Breaking News

Bertemu Imam Masjidil Haram, Hidayat: MPR Perlu Studi Banding ke Arab

 

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid‎ telah bertemu dengan Imam Besar Masjidin Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Abdurrahman bin Abdul Aziz Assudais. Syeikh Assudais mengapresiasi MPR di Indonesia.‎

‎"Hari ini beliau berrkunjung ke sini. Beliau mengapresiasi majelis syuro Indonesia atau MPR ini, karena ini adalah lembaga di mana seluruh akal sehat bekerja sama untuk menghadirkan kebaikan negara. Beliau sangat mengapresiasi demokrasi di Indonesia dan terorisme yang ditolak di Indonesia," tutur Hidayat di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.

Assudais berkunjung ke MPR dalam rangka menindaklanjuti seminar yang dihadirinya bersama MPR kemarin. Dalam diskusi yang dilakukan antara Hidayat dengan Assudais, Hidayat lantas membandingkan ‎kondisi MPR di Indonesia dengan MPR di Arab Saudi. Kunjungan kerja MPR Indonesia ke MPR Arab Saudi lantas diwacanakan.‎

"Beliau siap menghubungkan kami. Masih akan kami komunikasikan untuk melakukan kunjungan balasan," kata Hidayat.

Menurut Hidayat, MPR di Arab Saudi lebih baik daripada MPR di Indonesia. Hidayat menyoroti cara interupsi di MPR Saudi. Anggota MPR di sana, mereka akan memencet tombol terlebih dahulu sebelum interupsi‎. Lantas nama anggota yang bersangkutan akan muncul di layar. Jalannya interupsi tidak gaduh.

"‎Jadi wajar saja DPR, MPR, DPD studi banding ke Arab Saudi untuk melihat bagaimana demokrasi mereka bisa menerima moderasi sehingga menghadirkan dialog dan perdebatan tajam tanpa harus teriak atau menjatuhkan meja, sengaja atau tidak sengaja," kata Hidayat menyindir insiden meja terbalik pada rapat paripurna kemarin beberapa hari lalu. (news.detik.com)

Tidak ada komentar