Breaking News

Anggota DPR Dari PKS Ini Temui Konstituennya Hingga ke Pelosok Gunung

Dalam rangka menunaikan tugasnya, berbagai upaya dilakukan wakil rakyat untuk menemui konstituennya bahkan hingga ke daerah pelosok pegunungan untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Anggota DPR/MPR RI Saduddin, mengingatkan pentingnya kita untuk tetap istiqomah dalam menjalankan kehidupan dunia ini, untuk dijadikan bekal bagi kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Hal ini disampaikannya saat menemui konstituennya sebagai pembicara dalam acara jambore kader, di curuq Cipurut, kawasan gunung Burangrang, Purwakarta, Jumat (20/2). 

"Penting bagi kita untuk istiqomah dalam menghadapi kehidupan ini dan menjadikannya sebagi bekal bagi akhirat nantinya," ujar Saduddin, mengawali pidatonya.

Saduddin menjelaskan, bahwa ada 3 tipe manusia dalam menjalani kehidupan dunia ini. Yang pertama, yakni, mereka yg hanya berorientasi kepada dunia. Seluruh aktifitasnya hanya untuk mencari keuntungan dunia saja. Dari bangun tidur sampai tidur lagi yang dipikirkannya hanyalah dunia.

Tambah Saduddin lagi, yang kedua, yaitu mereka yang merugi kehidupannyaa di dunia maupun akhirat. Di dunia dia tidak mendapatkan apa-apa, apalagi akhiratnya. Sengsara di dunia dan akhirat. Dan yang terakhir, adalah mereka yang menjalani kehidupan dunianya untuk dijadikannya bekal bagi kehidupan akhirat.  Semoga kita semua masuk ke dalam golongan ini.

Saduddin mengungkapkan bahwa dirinya saat ini diamanahi oleh Fraksi PKS (FPKS) berada di Komisi II DPR RI, yang membidangi masalah Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi daerah,  Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepemiluan, Pertanahan dan Tata Ruang serta Desa dan Percepatan daerah Tertinggal.

"Saya mendapat amanah dari FPKS untuk duduk di Komisi II, yang terkait dengan pemerintahan," papar Saduddin, yang juga Kapoksi FPKS.

Lanjut Saduddin lagi, Komisi II baru saja selesai menuntaskan revisi RUU Pilkada yang merupakan amanat DPR kepada Komisi II untuk diselesaikan dalam masa persidangan II tahun 2015.

"Komisi II telah menyelesaikan revisi RUU Pilkada untuk ditetapkan menjadi UU dalam rapat paripurna hari Selasa (17/2) kemarin," ujar Saduddin, yang juga anggota Panja revisi RUU Pilkada ini.

Pertemuan yang dikemas juga dengan tanya jawab ini, ada beberapa hal yang ditanyakan oleh peserta, diantaranya tentang kapan dimulainya pelaksanaan pilkada, mengapa DPR melanjutkan proses fit dan proper test terhadap Budi Gunawan yang telah dinyatakan tersangka oleh KPK, bagaimana pendapat DPR terkait kisruh antara KPK dan Polri, bagaimana sikap DPR atas pencalonan Badrodin Haiti sebagai Kapolri, dan isu adanya gerakan teror oleh ISIS. 

Terkait dengan dimulainya pelaksanaan pilkada, Saduddin memaparkan bahwa pelaksanaannya akan dimulai Desember 2015 terhadap daerah yg kepala daerahnya berakhir masa jabatannya di tahun 2015 dan semester pertaman tahun 2016.

Atas pertanyaan kisruh antara KPK dan Polri, Saduddin menyatakan menyerahkan persoalan tersebut kepada Presiden selaku kepala negara dan kepala pemerintahan dengan kewenangannya sesuai peraturan perundang-undangan yg berlaku.

Tentang proses fit dan proper test yg dilakukan atas Budi Gunawan, Saduddin menegaskan bahwa Presiden memiliki hak prerogatif untuk mengajukan dan mencabut pencalonan seseorang menjadi calon Kapolri. Selama Presiden tidak mencabutnya maka proses tersebut tetap berjalan.

Untuk pengajuan pencalonan Badrodin Haiti sebagai Kapolri, tambah Saduddin, sangat tergantung dari apakah DPR dapat menerima pencabutan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri sebelumnya dan apakah Badrodin Haiti dapat didukung oleh mayoritas anggota komisi III setelah dibahas oleh panja fit dan proper test. 

Berkaitan dengan ISIS, Saduddin meminta ketegasan sikap dari Pemerintah untuk tidak memberikan ruang bagi tumbuh dan berkembangnya gerakan separatisme dan terorisme di wilayah NKRI. Dan juga meminta pemerintah mewaspadai upaya memecah belah yang dilakukan pihak luar di Indonesia

Tidak ada komentar