Latest News
Selasa, 18 Agustus 2015

Amanat Presiden PKS di Upacara Peringatan HUT RI ke-70

 
Assalamu’alaikum wr wb

Bapak-bapak, ibu-ibu para pengurus Partai Keadilan Sejahtera baik itu di DPP, MPP maupun di DSP, serta seluruh jajaran undangan dan peserta upacara yang saya hormati.

Alhamdulillah pada hari ini kita dapat melaksanakan peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70. Ini semua adalah berkat dan rahmat dari Allah SWT.

Semoga dengan peringatan ini, kita semakin diberikan rahmat dari Allah SWT, Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalaminn.

Saudar-saudara sekalian, peringaan proklamasi kemerdakaan Republik Indonesia setiap tahun kita laksanakan. Tentu ini bukan semata-mata rutinitas. Tapi kita harus mengambil pelajaran-pelajaran dari peringatan ini. 

Pelajaran pertama dengan upacara seperti ini kita dididik untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa orang tua kita, para pendaahulu kita, sehigga kita tidak melupakan jasa-jasa mereka.
Ini merupakan satu ciri seorang muslim, bahwa seorang muslim itu dikatakan bersyukur kepada Allah SWT, kalau dia juga bersyukur dan menghormati mereka yang telah berjasa kepada dirinya.
Yang kedua,, dengan upacara seperti ini, penting untuk menerapkan dan melatih diri kita berdisiplin di dalam berbangsa dan bernegara. 

Satu persoalan penting di negeri kita adalah, bahwa ketertiban sosial ternyata masih jauh dari harapan kita. Ini semua adalah persolaan kedisiplinan. Karena itu dengan upacara, di mana kita serba teratur, ini bisa kita resapi bersama. Sehingga kita benar-benar menjadi orang yang bisa menjaga ketertiban sosial dan ketertiban umum di bangsa kita. 

Yang ketiga saya kira, dengan peringatan ini, kita diingatkan terus bahwa kita sebagai bangsa yang besar jumlah penduduknya, ternyata kita juga memiliki modal yang besar untuk tampil menjadi bangsa yang besar. 

Penduudk kita sudah 250 juta, keempat terbesar di dunia. Kemudian sumber daya alam kita juga sangat besar sekali. Bahkan, orang sering mengatakan, “Sebutkan sumber daya alam apa?” Pasti itu ada di bumi Indonesia. Selain itu kita juga memiiki modal sosial yang sangat tinggi. 

Perjuangan bangsa kita dahulu dilakukan hampir oleh seluruh komponen bangsa ini, mereka bahu-membahu memerdekakan negeri ini, kemudian membangun negeri ini, tidak ada satu pun komponen bangsa ini yang tertinggal membangun negeri kita ini. 

Ini menunjukan bahwa modal sosial yang dicerminkan oleh rasa kebersamaan. sense of togetherness ini sangat tinggi di kalangan kita semua. Bahkan juga saya yakin, ketika kita semua mau berjuang demi bangsa ini, itu juga disebabkan adanya modal sosial yang lain yang kita miliki, yaitu sense of belonging, rasa memiliki bangsa ini. 

Saya selalu mengatakan, tidak boleh ada di negeri ini, yang tidak merasa bahwa dirinya adalah bagian dari pemilik negeri ini. semua kita adalah pemilik negeri ini.

Karena itu maka rasa memiliki ini, harus terus kita tumbuhkan bersama-sama. Rasa memiliki dan rasa kerjasama itu tidak cukup, tapi juga harus ditambah modal sosial yang ketiga yaitu saling percaya diantara kita. Kita harus percaya bahwa seluruh elemen bangsa ini punya niat yang baik buat negeri ini. Saya yakin tidak ada mereka yang punya niat jahat buat negeri ini, semuanya punya niat baik.

Tinggal persoalannya adalah, nanti di lapangan apakah mereka benar-benar merealisasikan niat baik itu, dengan cara-cara yang baik atau justru dengan cara-cara yang merusak. Bila mereka menggunakan cara-cara yang merusak, maka tidak ada lain kecuali kita menegakan hukum aturan di negeri kita ini. 

Saya kira itulah konsep bernegara, kita saling percaya dan tidak ada yang melanggar aturan, maka tegakan hukum sebaik-baiknya.

Merajalelanya narkoba, korupsi, pertikaian, dan sebagainya, itu semua adalah bentuk-bentuk penyelewengan, pelanggaran terhadap tata aturan dan konsensus bersama kita. 

Ini semua saya kira bisa kita berantas dengan penegakan hukum. Dengan tiga modal sosial tadi, ditambah dengan sumber daya alam yang besar dan juga dengan jumlah penduduk nomor terbesar di dunia, saya yakin ke depan, di usia-usianya yang semakin menua, 71, 72, bahkan nanti satu abad, saya kira Indonesia akan menjelma menjadi negara yang disegani. 

Mudah-mudahan dengan peringatan ini kita semua menjadi bagian yang melakukan usaha proaktif, mencapai tujuan-tujuan besar berbangsa dan bernegara sebagaimana tadi dibacakan di dalam pembujkaan UUD Negara Republik Indonesia 1945 paragrafg keempat. 

Demikianlah amanat dari saya, mudah-mudahan in semua dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya.

Billahitta taufik wal hidayah
Wassalamu’alaikum wr wb
Sumber: Fanpage M. Sohibul Iman
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Amanat Presiden PKS di Upacara Peringatan HUT RI ke-70 Rating: 5 Reviewed By: Nardi Papua