Latest News
Kamis, 13 Agustus 2015

Pimpinan Baru PKS Perlu Lebarkan Sayap

Kelancaran suksesi kepemimpinan dalam tubuh organisasi Partai Keadilan Sejahtera menunjukkan partai tersebut memiliki sistem yang bekerja dengan baik. Kini, saatnya, PKS melebarkan sayap untuk memperluas pangsa pasar. Tidak hanya pemilih tradisional, tetapi juga pemilih lainnya.

Pandangan itu disampaikan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional M Alfan Alfian di Jakarta, Senin (10/8), menanggapi hasil Musyawarah Ke-1 Majelis Syura PKS yang menetapkan Kepengurusan Dewan Syura periode 2015-2020 dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS periode 2015-2020.

Sebelumnya, Salim Segaf Aljufri terpilih sebagai Ketua Dewan Majelis Syura menggantikan Hilmi Aminuddin, sedangkan Sohibul Iman terpilih sebagai Presiden DPP PKS menggantikan Anis Matta. Keduanya terpilih untuk masa jabatan lima tahun mendatang melalui pergantian kepengurusan Majelis Dewan Syura dan DPP PKS yang sepi dari publikasi. Musyawarah Ke-1 Majelis Syura dan DPP PKS digelar dua hari sejak Minggu hingga Senin (9-10/8) di Kawasan Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat, di pinggir Jalan Tol Cipularang, Jawa Barat.

Menurut Salim Segaf, kepengurusan baru itu ditetapkan di dekat jalan tol dan bebas hambatan. "Untuk itu, kami akan melaju sangat cepat tanpa harus melanggar aturan yang ada," ujarnya di sela-sela musyawarah.

Menurut Alfan, suksesi kepemimpinan di PKS yang berjalan dengan lancar dan damai perlu diapresiasi. "Hal itu menunjukkan PKS punya sistem yang bekerja sedemikian rupa sehingga ada jaminan suksesi kepemimpinan berjalan baik. Berlangsung damai, tak bergejolak, tak memunculkan konflik, apalagi perpecahan," katanya.

Alfan tak melihat sesuatu yang luar biasa di balik lengsernya Hilmi dan Anis. Pergantian jabatan itu justru menunjukkan rotasi dan regenerasi di PKS berjalan baik. Hilmi yang menjadi Ketua Majelis Syura sejak 2005 rela digantikan oleh Salim. Demikian pula Anis tak mempersoalkan posisinya digantikan Sohibul. Kerelaan tersebut didasari pemilihan pengurus melalui mekanisme yang demokratis.

Sebagai presiden baru, tambah Alfan, Sohibul dihadapkan pada tantangan untuk melebarkan sayap. "PKS diharapkan tak hanya sibuk mengurusi masalah internal, tetapi juga proaktif turut serta menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa," katanya.

Harus Gaet Kalangan Luar

Lebih jauh Alfan mengatakan, konsolidasi internal pasca ujian politik yang dihadapi PKS, yaitu setelah penangkapan Presiden DPP PKS periode 2010-2013 Luthfi Hasan Ishaaq, sudah berjalan cukup baik. "Kini saatnya PKS memperluas pangsa pasar, tidak hanya pemilih tradisional, tetapi juga pemilih lain," ujarnya.

Untuk itu, pimpinan PKS yang baru perlu berinovasi menggaet kalangan di luar pemilih tradisional dan loyalis. "PKS punya peluang agar dukungan tak hanya datang dari konstituen politik Islam, tetapi juga lebih luas," kata Alfan.

Versi cetak artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 11 Agustus 2015, di halaman 3 dengan judul "Pimpinan Baru PKS Perlu Lebarkan Sayap".
Sumber: http://print.kompas.com
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Pimpinan Baru PKS Perlu Lebarkan Sayap Rating: 5 Reviewed By: Nardi Papua