Latest News
Selasa, 08 September 2015

Bahaya Terima Berita dari Lidah | Oleh: Ust. Zulfi Akmal

  
Oleh: Ustadz Zulfi Akmal

Bagi penyebar fitnah dan berita dusta, cukup menyebarkan kata dengan kalimat samar dan ambigu tanpa perlu data dan bukti. Nanti dengan sendirinya berita itu akan berpindah dari satu mulut ke mulut yang lain tanpa diketahui dari mana sumber aslinya. Hasilnya, penyebar berita aman dari tuduhan dan dakwaan.

Tinggallah orang yang terkena serangan fitnah bersama penderitaan batin. Pukulan secara kejiwaan dan tekanan perasaan yang kadangkala berimbas kepada fisik. Bagi yang mempunyai kemampuan untuk membela diri akan kalang kabut dengan segala cara memberikan klarifikasi. Seperti yang dilakukan Shafwan bin Mu'aththal setelah difitnah berbuat tidak senonoh dengan ibunda Aisyah. Di saat itu sumber fitnah tersenyum simpul di balik persembunyiannya.

Ketika Allah menceritakan bagaimana fitnahan yang hampir meluluhlantakkan sendi kehidupan bermasyarakat kaum muslimin yang dibikin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul itu menyebar dari mulut ke mulut dengan sangat cepat, di sana Allah berkata:

"(Ingatlah) diwaktu kamu menerima berita bohong itu dari lidah ke lidah dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar." (Qs. An-Nur: 15)

Seharusnya berita diterima dengan telinga, tapi dalam ayat ini justru dikatakan berita diterima dengan lidah....

Iya, begitulah kenyataannya. Kebanyakan orang menerima berita dengan lidah, bukan dengan telinga. Karena itulah ia dengan mudah tersebar kepada lidah yang lain. Berita sampai di lidah bagaikan bola voli sampai di tangan. Tanpa ditahan sedikitpun bola akan langsung dipukul supaya sampai ke tangan yang lain.

Beda dengan orang yang menerima berita dengan telinga, mereka akan mencerna dulu dengan akalnya, apakah berita itu benar atau hanya sekedar lontaran kata tanpa hakikat kebenaran.

Demi ketentraman hidup bermasyarkat dan keselamatan di akhirat, biasakan menerima berita dengan telinga, hindari menerima berita dengan lidah. Pikir dulu 7000 keliling sebelum menyebarkan atau men-share sebuah berita.

Luput dari keikutsertaan menyebarkan berita yang benar lebih baik dari pada terlanjur menyebarkan berita bohong.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Bahaya Terima Berita dari Lidah | Oleh: Ust. Zulfi Akmal Rating: 5 Reviewed By: Sunardi S.Pd.