PKS Konsisten Dampingi Korban Kebakaran Dok V hingga Masa Tanggap Darurat
JAYAPURA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak kebakaran di kawasan Dok V, Kota Jayapura. Sejak awal kejadian, kader dan relawan PKS Kota Jayapura turut hadir mendampingi warga, membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberikan dukungan bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.
Ketua DPW PKS Papua, Suherman, mengatakan pendampingan terhadap korban kebakaran dilakukan sejak awal melalui kader dan relawan PKS di Kota Jayapura. Menurutnya, dalam kondisi tanggap darurat, pemenuhan kebutuhan hidup dasar menjadi prioritas utama.
“Sejak awal PKS melalui kader-kader dan relawannya di Kota Jayapura telah turut serta mendampingi masyarakat korban kebakaran Dok V. Bantuan kebutuhan hidup dasar tentu menjadi hal utama, termasuk juga pakaian layak pakai yang menjadi prioritas saat ini,” ujar Suherman.
Ia menjelaskan, perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak balita yang turut terdampak bencana. Berdasarkan data yang diterima PKS, terdapat sekitar 142 balita yang terdampak kebakaran, sehingga kebutuhan seperti popok bayi atau diapers menjadi salah satu bantuan yang diprioritaskan.
“Selain kebutuhan dasar lainnya, ada sekitar 142 balita yang ikut terdampak. Karena itu, kebutuhan diapers juga menjadi salah satu prioritas yang harus kita penuhi,” katanya.
Untuk mendukung penanganan tersebut, PKS membuka Posko Darurat Kebakaran PKS sebagai salah satu titik penghimpunan dan distribusi bantuan. Suherman menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang dengan penuh antusias menyalurkan bantuan melalui posko tersebut.
“Alhamdulillah, bantuan dari masyarakat yang mengalir dengan penuh antusias senantiasa dapat didistribusikan oleh kader dan relawan PKS Kota Jayapura kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Suherman, solidaritas masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membantu para korban melewati masa tanggap darurat. Bantuan yang terkumpul tidak hanya berupa kebutuhan pangan, tetapi juga berbagai kebutuhan sehari-hari yang diperlukan warga selama berada di tempat pengungsian.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, PKS juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak yang terdampak. Melalui Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) PKS Kota Jayapura, kader perempuan turut hadir memberikan pendampingan kepada anak-anak melalui kegiatan trauma healing.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan psikososial agar anak-anak memiliki ruang untuk bermain, berinteraksi, dan mendapatkan suasana yang lebih menyenangkan setelah mengalami peristiwa kebakaran.
BIPEKA PKS Kota Jayapura juga membuka pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak. Layanan tersebut diharapkan dapat membantu warga memantau kondisi kesehatan mereka selama berada dalam situasi darurat dan masa pemulihan awal.
Suherman menegaskan, kehadiran PKS di tengah masyarakat terdampak bukan semata-mata untuk memberikan bantuan material, tetapi juga untuk memastikan masyarakat tidak merasa menghadapi musibah tersebut seorang diri.
“Semoga kontribusi kecil ini setidaknya dapat menjadi bagian dalam mengembalikan senyum dan kebahagiaan mereka,” tutur Suherman.
Ia menambahkan, PKS akan terus berupaya mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Solidaritas kader, relawan, dan masyarakat diharapkan terus terjaga sehingga kebutuhan warga terdampak dapat dipenuhi secara bertahap.
Kebakaran yang melanda kawasan Dok V sebelumnya menyebabkan ratusan rumah terdampak. Data PTAM Jayapura menyebut sebanyak 494 rumah terbakar, sementara data awal kepolisian mencatat sekitar 550 kepala keluarga terdampak. Pemerintah Kota Jayapura kemudian memusatkan pengungsi di kawasan lapangan basket sekitar Lapangan Mandala untuk memudahkan penanganan dan distribusi bantuan.
Di tengah proses tanggap darurat tersebut, PKS berharap gerakan solidaritas masyarakat terus mengalir. Bagi Suherman, setiap bantuan, sekecil apa pun, memiliki arti penting bagi warga yang sedang berusaha bangkit dari musibah.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita hadir, saling menguatkan dan membantu mereka melewati masa sulit ini. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bersama dapat membantu mengembalikan harapan dan senyum masyarakat terdampak,” pungkasnya.