banner 728x250

PKS itu NU atau Muhammadiyah? Kok merayakan Maulid Nabi? 

banner 120x600
banner 468x60

Papua.pks.id, Kota Jayapura – Bulan oktober yang ditutup pada hari Ahad kemarin meninggalkan kesan menarik khusunya bagi masyarakat yang mengikuti agenda-agenda keislaman seperti Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Seperti yang kita ketahui momentum maulid Nabi di Indonesia jatuh pada tanggal 18 Oktober 2021 dan pelaksanaanya bervariasi, mengikuti kondisi dan kesibukan masyarakat. 

banner 325x300

PKS Jayapura telah melaksanakan agenda Maulid nabi setidaknya 2 kali, dan sebagai penutupannya yakni pada hari ahad tanggal 31 Oktober, di kediaman salah seorang Anggota DPR Provinsi Papua, H. Darwis Massi, SE.

Selaku Host, tamu undangan yang diundang juga tidak sedikit tapi tetap terkontrol prokes nya. Diantaranya Anggota DPRD Lina Marlina, ST dan H. Hasanuddin, SE. 

Ada yang menarik dalam acara Maulid Nabi kali ini, yang kebetulan hikmah Maulid Nabi disampaikan oleh ketua LD-NU Provinsi Papua, ustad Burhan Abdullah Al-Mahmudy. Sebelum menyampaikan hikmah Maulid Nabi, Beliau memberikan prolog tentang keingin tahuan masayarakat dengan status keberpihakan ormas yang melekat pada  PKS. 

“Banyak yang tanya sama saya, PKS ini Muhammadiyah atau NU” ucap beliau sambil di iringi tawa para undangan, dan beliau melanjutkan, 

“Saya tidak berani menjawab, karena yang bisa menjawab hanya Pak Heri, selaku ketua DPD PKS” 

Kemudian beliau melanjutkan ceramahnya mengenai kisah-kisah teladan Rasulullah. 

Pertanyaan yang diungkap ustad Burhan, bagi sebagian orang mungkin menjadi bahan yang perlu di diskusikan lebih lanjut. Namun bagi kader PKS, ini bukanlah hal yang perlu di bingungkan. Karena menurut kami sebagai kader PKS, ini isu lawas, bukan masalah yang harus di perdebatkan di penghujung tahun 2021. 

Walaupun demikian, masih ada yang mengasosiasikan PKS dengan aliran-aliran islam yang dianggap eksklusif. Benarkah begitu? 

Faktanya tentu tidak. Ada dua kemungkinan mengapa perspektif masyarakat terhadap PKS masih disalah artikan. Pertama, tidak tau, dan tidak mencari tau; Kedua, tidak mau tau dan tidak mencari tau. Begitulah kira-kira yang terjadi saat ini. 

Dalam sebuah acara, Pak Heri selaku ketua DPD Kota PKS mengungkapkan bahwa, PKS adalah partai yang sangat open atau terbuka dengan siapapun. PKS bukan milik lembaga tertentu atau organisasi tertentu. 

Siapapun dipersilahkan bergabung, mau dia dari NU atau Muhammadiyah, jika memang punya tujuan yang luhur untuk berkontribusi membawa misi kebaikan ditengah-tengah masyarakat, maka PKS dan mereka memiliki tujuan yang sama. 

Menariknya, bagi yang tidak mengenal PKS begitu intense, berbagai macam latar belakang masayarakat ikut bergabung dalam barisan partai ini. Dari Alumni HMI (Himpunan Mahasiswa Indonesia), PMII, sampai KAMMI (Kesatuan Akai Mahasiswa Muslim Indonesia ada disini. Dari yang NU sampai Muhammadiyah juga ada di PKS. 

Bagaimana pandangan PKS dengan kegiatan-kegiatan perayaan seperti Maulid Nabi? Apakah dengan merayakan ini anggota PKS yang mengaku Muhammadiyah tidak hadir? Jawabannya, tentu mereka hadir. 

Apa landasannya? Momentum momentum hari besar islam bukan sebatas diilhami secara perseorangan saja tetapi dalam kapasitas yang besar. PKS menganggap momen ini sebagai bentuk silaturrahim untuk menebarkan kebaikan dan hikmah. Adapun tradisi-tradisi yang ada di masyarakat ditujukan sebagai bentuk muamalah. Pada dasarnya, segala amal dikembalikan kepada niatnya. 

Jika dipikirkan kembali, bagaimana kita akan memiliki kecintaan terhadap negeri ini jika kita tidak bisa menghimpun barisan kebaikan dari latar belakang yang berbeda di tengah-tengah masayarakat. Adapun faktanya, mau sampai kapanpun, manusia, untuk urusan apapun tidak akan pernah mencapai sebuah kepemahaman yang sama kecuali bersepakat dalam hal-hal yang dianggap baik dan dikerjakan bersama. 

Jadi apapun pilihan ormas atau komunitas serta organisasibya, partainya tetap PKS, Partai Keadilan Sejahtera, Partainya Kita Semua. 

(Humas DPD Kota Jayapura)

Ustadz Burhanuddin Abdullah Al Mahmudiy (Ketua LD-NU Provinsi Papua) Saat Hikmah Maulid
Heri Suprayitno (Ketua DPD PKS Kota Jayapura) Beserta Rombongan Anggota DPRD dan Tokoh Masyarakat
banner 325x300